Tampilkan postingan dengan label mesin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesin. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 September 2012


Ditinjau dari segi struktur atau bentuk rangka mempunyai fungsi antara lain harus mampu menempatkan dan menopang mesin, transmisi, suspensi dan sistem kelistrikan, serta komponen-komponen lain yang ada dalam sepeda motor. Oleh karena itu rangka sebaiknya kuat dan kaku tapi ringan. Sedangkan jika ditinjau dari segi geometri, rangka harus sesuai dengan geometri yang diinginkan sistem kemudi dan suspensi. Rangka juga harus mampu menjaga roda tetap sejajar lurus antara depan dan belakang.
Bahan utama rangka sepeda motor adalah plastik dan logam. Bagian rangka yang terbuat dari plastik misalnya penahan angin, penutup rangka dan pelindung roda. Sedangkan bagian utama yang terbuat dari logam, misalnya rangka utama, kemudi, lengan ayun dan dudukan mesin. Teknologi rangka sepeda motor dapat dikatakan tidak mengalami perkembangan yang pesat. Sejak dulu konstruksi rangka relatif sama. Bentuk komponen rangka pada dasarnya ada tiga macam, yaitu silinder (contohnya penghubung rangka dan poros kemudi), persegi (contohnya lengan ayun), dan plat (contohnya dudukan jok).
Rangka berkaitan erat dengan bodi. Oleh karena itu bentuk rangka mempengaruhi bentuk bodi motor. Kalau terjadi kerusakan pada rangka, maka akan menimbulkan kerusakan pada bodi juga karena bodi menempel pada rangka.
Tipe-tipe rangka antara lain:
1. Rangka bak (cradle frames)
2. Rangka tipe trellis (terali)
3. Rangka tipe balok penyeimbang (beam)
4. Rangka tipe spine

VVT-i

Teknologi - Mesin 
VVT-i 

 
VVT-i (Variable Valve Timing-Intelligent) 
Teknologi VVT-i merupakan terknologi yang mengatur sistem kerja katup pemasukan bahan bakar (inteks) secara elektronik baik dalam hal waktu maupun ukuran buka tutup katup sesuai dengan besar putaran mesin sehingga menghasilkan tenaga yang optimal, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan
Tenaga yang optimal disetiap putaran mesin
Sistem katup mendukung proses pembakaran lebih efektif dalam menghasilkan tenaga yang maksimal
Hemat Bahan Bakar
Pengaturan katup elektronik membuat konsumsi bahan bakar menjadi hemat dan efesien.
Gas Buang Ramah Lingkungan
Suplai bahan bakar dan udara yang diatur oleh sistem kerja katup membuat pembakaran menjadi sempurna, dan gas buang yang dihasilkan menjadi besih


Batang Penekan (Push Rod)


Batang Penekan (Push Rod)
Batang penekan (push rod) berbentuk batang yang kecil masing-masing dihubungkan pada pengangkat katup (valve lifter) dan rocker arm pada mesin OHV. Batang katup ini meneruskan gerakan dari pengangkat katup ke rocker arm.
Rocker Arm & Shaft
Rocker arm dipasang pada rocker arm shaft, bila rocker arm ditekan keatas oleh batang penekan katup akan tertekan dan membuka, rocker arm dilengkapi dengan sekrup dan mur pengunci untuk penyetelan celah katup, tapi pada pengangkat katup hidraulis tidak dilengkapi sekrup penyetel.
push rod

Ruang Bakar Model Bak Mandi


Ruang Bakar Model Bak Mandi
Ruang bakar model bak mandi (Bathtup type combustion chamber) kontruksinya sederhana dan biaya produksinya lebih rendah. Hal ini disebabkan diameter katupnya lebih kecil, tetapi saat penghisapan (intake) dibandingkan dengan jenis ruang bakar model setengah bulat.
Ruang Bakar Model Bak Mandi
Ruang Bakar Model Bak Mandi

Kepala Silinder (Cylinder Head)


Kepala Silinder
Kepala silinder (clinder head) ditempatkan dibagian atas blok silinder. Pada bagian bawah kepala silinder terdapat ruang bakar dan katup-katup. Kepala silinder harus tahan terhadap temperature dan tekanan yang tinggi selama mesin bekerja. Oleh sebab itu umumnya kepala silinder dibu`t dari besi tuang.
Akhir-akhir ini banyak mesin yang kepala silindernya dibuat dari paduan aluminium. Kepala silinder yang terbuat dari aluminium memiliki kemampuan pendingin lebih besar dibanding dengan yang terbuat dari besi tuang. Pada kepala silinder juga dilengkapi dengan mantel pendingin yang dialiri air pendingin yang dating dari blok silinder untuk mendinginkan katup-katup dan busi.
cylinder head
Pelepasan
a) Lepaskan semua saluran air pendingin dari radiator,
b) Lepaskan semua komponen seperrti seperti valve case, rocker arm, push rod (untuk cylinder head dengan konstruksi OHV),
c) Lepaskan semua baut pengikat cylinder head dari baut sisi paling luar menuju baut sisi paling dalam,
d) Lepaskan katup dari dudukan katup menggunakan special service tool.
Lakukan pembersihan kerak pada ruang bakar dan semua komponen mekanisme katup sebelum melakukan pemeriksaan agar hasil pemeriksaan lebih presisi.
Pemeriksaan
a) Kerataan intake manifold,
b) Periksa kerataan permukaan cylinder head ,
c) Periksa kebengkokan katup,
d) Periksa kerataan permukaan katup.
Pemasangan
a) Bila permukaan tidak rata lakukan perataan permukaan dengan menyesuaikan batas yang tersedia pada bagian sisi cylinder head,
b) Lakukan pemasangan sesuai dengan arah kebalikan pembongkaran.

Ruang Bakar Model Baji


Ruang Bakar Model Baji
Ruang Bakar model baji (wedge type combustion chamber) ini kehilangan panasnya juga kecil kontruksi mekanisme katupnya lebih sederhana bila dibandingkan dengan ruang bakar model setengah bulat (Hemispherical Combustion Chamber)
Ruang Bakar Model BajiRuang Bakar Model Baji

Sistem Pemasukan Udara Panas (Hot Air InTake)

 

Sistem Pemasukan Udara Panas (Hot Air InTake)
Campuran udara bahan-bakar lebih dingin dibandingkan dengan udara luar disebabkan kehilangan panas karena terjadinya penguapan pada bensin. Dengan alasan ini campuran udara bahan bakar tidak mudah menguap atau menjadi kristal dalam udara bahan bakar tidak mudah menguap atau menjadi kristal dalam udara dingin, tidak seperti bila dalam udara panas. HAI (Hot air Intake) suatu sistem yang dibuat untuk memanaskan udara yang akan dihisap dengan memanfaatkan panas dari gas bekas. Sejak adanya perlengkapan tambahan ini tidak ada masalah dalm pemanasan, pemanasan dapat berlaku secara manual atau otomatis. Pada sistem otomatis terdiri dari wax atau element bimetal, yang mendeteksi temperatur udara yang masuk dan menggerakkan sistem pada on atau off sesuai dengan keadaan temperatur.
hot air intake
hot air intake
Sistem Automatik HAI tipe bimetal mempunyai katup thermostatik (elemen bimetal) didalam rumah saringan udara dan vacuum diaphragma pada saluran masuknya. Vaccum diaphragma bekerja dengan kevakuman dalam intake manifold dan mengontrol switch udara panas/dingin.



Saringan Udara Tipe Oil Bath

 

Saringan Udara Tipe Oil Bath
Saringan udara tipe oli bath ini selain menggunakan saringan yang terbuat dari baja wol, juga memanfaatkan oli untuk menambah proses penyaringan. Oli digunakan untuk merendam partikel kotoran yang lebih kasar semisal pasir, sedangkan partikel kotoran yang lebih halus selanjutnya disaring oleh elemen baja wol sebelum mancapai silinder.

Saringan Udara Tipe Siklon

 

Saringan Udara Tipe Siklon
Untuk tipe siklon elemen saringannya terbuat dari kertas dan didesain dengan sirip-sirip agar udara yang masuk bisa membentuk pusaran sehingga pertikel-partikel besar bisa dipisahkan dengan gaya sentrifugal dari pusaran tersebut, selanjutnya partikel kasar tersebut ditampung dalam kotak saringan. Selanjutnya partikel yang lebih kecil disaring oleh elemen kertas tersebut.

Saringan udara (Filter udara)

 
Udara luar yang akan dihisap kedalam silinder banyak mengandung kotoran, oleh karena itu perlu dibersihkan, karena jika kotoran tersebut ikut terhisap kedalam silinder maka akan menyebabkan keausan didinding silinder, selain itu juga akan mengotori oli sehingga memperpendek umur pemakaian oli, untuk mencegah hal itu perlu dipasangkan saringan udara untuk membersihkan udara tersebut.
Tipe saringan udara ada beberapa macam diantaranya:
1. Saringan udara tipe kertas
Disebut tipe kertas karena element saringannya terbuat dari kertas, untuk beberapa saringan tipe kertas perawatannya bisa dilakukan dengan mencucinya dengan air.
Belakangan ini untuk tipe tertentu saringan udara menggunakan tipe axial flow seperti diperlihatkan gambar dibawah. Tipe ini memungkinkan bentuk saringan lebih kompak dan ringan.
filter udara kertas tipe axial flow

filter udara tipe kertas



Konstruksi Mesin V6


 Pertama, Valve adalah klep, sedangkan V adalah konfidurasi mesin. Apapun Type n Konfigurasi mesinnya, semuanya pasti menggunakan Valve / klep. Baik dia itu SOHC, DOHC, OHV, Vtec dll.
Dalam masalah Valve/Klep, yg dipermasalahkan adalah jumlahnya. Makanya ada yg ditulis 16 Valve, 24 Valve dst… Jumlah Valve/klep yg dimaksud sebenarnya adalah berapa banyak Valve / Klep yg bekerja melayani 1 piston. Kira – kira begini :
- Mitsu Eterna, 16 Valve. Konfigurasi mesinnya In-Line (soal konfigurasi mesin akan saia bahas sesudah ini) 4 Piston. Jadi 16 Valve dibagi 4 Piston = 4 Valve utk tiap 1 piston.
- Galant Hiu, 24 Valve. Konfigurasi mesin V, 6 piston (makanya disebut V6). 24 Valve dibagi 6 Piston = 4 Valve utk tiap Piston
- Motor Suzuki Satria FU 4 Valve. Krn motor cuma punya 1 piston, dah tau kan berapa jumlah Valve per piston ?
Oh iya, Piston adalah komponen mesin yg bertugas mengubah energi pembakaran BBM menjadi energi gerak. Jadi Ukuran dan jumlah piston sangat menentukan besar kecilnya tenaga mesin. (Utk ukuran piston, orang awam biasa menyebutnya CC, misalnya mesin 2000 CC, walaupun sebenarnya utk perhitungan CC mesin bukan hanya dari besarnya piston)
Kedua, soal konfigurasi mesin. Konfigurasi mesin yg umum utk mobil-2x di Indonesia ada 2 :
1. Segaris (In Line)

2. V

Yang menentukan konfigurasi mesin ini adalah letak susunan pistonnya.
Kita mulai dari mesin segaris (In Line).

Mesin konfigurasi ini adalah mesin yg paling banyak di gunakan di indonesia. Segaris krn posisi semua piston disusun berbaris lurus seperti garis.

Ini contoh animasinya :

 Nah, sedangkan utk mesin V, karena posisi pistonnya disusun bersebelahan, seperti membentuk huruf V. Cara nyusunnya, Kalo utk mesin V6, maka 3 piston di sebelah kiri n 3 piston lagi di sebelah kanan.
Ini contoh animasinya :




Nah, dari contoh gambar diatas, dah kebayang kan gimana panjangnya mesin kalo seandainya 6 Piston konfigurasi sebaris (In Line).

Itulah kelebihan mesin V, Jumlah piston yg lebih banyak, CC lebih besar tapi ukuran mesin yg kecil.

Jadi seperti yg dah saia sebut diatas, yg sangat mempengaruhi besarnya tenaga mesin itu adalah jumlah piston dan CC nya. Kalo pun ada mesin yg Punya CC sama, misalkan Mesin 4 Piston 2000 CC VS Mesin 6 Piston 2000 CC, maka dapat dipastikan mesin 6 piston akan lebih unggul dari yg 4 piston.
Sedangkan manajemen klep seperti VVT-I, VTEC dll itu hanya utk optimalisasi mesin tersebut.
Utk masalah Galant Hiu bisa mengalahkan mobil-2x keluaran terbaru, dah dapat gambaran kan dari mesin V6 yg diusungnya ? Selain itu, kecangnya sebuah mobil juga tergantung arah dari pembuatan mobil tersebut. Mobil kencang itu adalah kombinasi dari mesin ok dan gear ratio yg mendukung.

Galant Hiu dan mobil – mobil lainnya keluaran Mitsubishi emang diciptakan utk jadi mobil kencang. Mereka kurang memperhatikan segi efisiensi. Makanya umumnya mobil-2x keluaran Mitsubishi dikenal rada boros BBM.

Jelas sangat berbeda ama mobil-2x baru keluaran sekarang yg lebih mengedepankan sisi efisiensi BBM, sehingga kencangnya yg terpaksa dikorbankan. Makanya seperti yg dibilang ama agan JustJoni, kalo mo membandingkan Hiu, cari pembanding yg seimbang.
SOHC VS DOHC
Mesin SOHC memiliki karakter torsi besar di RPM rendah dan menengah Sedangkan mesin DOHC unggul di RPM tinggi.
Krn itu mesin SOHC lebih gampang utk Burn Out, sedangkan kalo bicara kencang… dengan CC mesin sama, rasanya gak mungkin DOHC kalah ama SOHC…
Mesin SOHC lebih enak dipake utk stop n go, seperti di kota yg sering macet lah.

Mesin DOHC enaknya pas di RPM tinggi, misalnya di jalan tol.

Mesin DOHC lebih gampang mengadaptasi teknologi manajemen klep seperti VTEC dll.
Mesin SOHC lebih ringan n lebih simple, termasuk dalam hal perawatan.



Pengertian Mekanisme Katup dan Jenis - Jenisnya

Assalamualaikum wr wb, hehehe, pada kesempatan kali ini saya akan share artikel otomotif, sebelumnya saya sudah share mengenai sistem bahan bakar secara garis besar saja, tapi insyallah bisa mudah untuk dipahami. Sekarang ini saya akan share juga artikel otomotif yaitu mengenai mekanisme katup. Ini adalah materi yang saya ringkas dari materi sekolah yang saya singkat dan perjelas sehingga bagi yang mau belajar bisa lebih mudah untuk memahami tentang sistem mekanisme katup.
Mekanisme Katup sendiri adalah Sistem untuk menggerakkan katup baik secara manual maupun hidrolis. dan dalam jangka waktu tertentu mekanisme tersebut harus di standartkan lagi, atau di setel ulang agar tenaga mesin seperti semula, karena mekanisme katup mengatur membukanya katup sesuai waktunya. Walaupun kecepatan maksimal kendaraan, katup tidak akan sampai salah dalam membuka maupun menutup, oh iya KATUP sendiri berasal dari kata buKa dan tuTup sehingga di singkat menjadi KATUP, sesuai dengan fungsi komponen tersebut. Katup juga ada dua jenis yaitu :
  1. Katup IN
    katup untuk intake manifold
  2. Katup EX
    katup untuk exhaust manifold
Dalam menstandartkan celah katup, menggunakan alat yang benama feeler gauge, biasanya untuk Kijang Super celah katup untuk IN adalah 0,2 dan 0,3.
Jenis jenis dari mekanisme katup berdasarkan jenis penggeraknya adalah
  1. OHV ( Overhead Valve )
    yaitu katup berada diatas silinder block dan noken as atau camsaft berada di silinder block, jadi menggunakan batang pendorong atau yang sering disebut push rod, dan juga valve lifter, seperti gambar dibawah ini :
  2. OHC ( Overhead Camsaft )
    pada tipe ini, camsaft langsung menggerakkan rocker arm tanpa push rod maupun valve lifter, gambarnya di bawah ini :
  3. DOHC ( Doubel Overhead Camsaft )
    Pada tipe ini sama dengan tipe OHC hanya saja ada 2 camsfat dan tentunya katupnya bertambah. sehingga pada tipe ini satu silinder menggunakan 4 katup sekaligus, 2 katup IN dan 2 katup EX.
jadi ada tiga jenis katup berdasarkan penggeraknya..., bagaimana sobat paham nggak?? heheheh
saya kira cukup sekian, semoga bermanfaat  dan selamat belajar :D
Wassalamualaikum wr wb

oli


 

 Sifat utama oli mesin

Oli mesin harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
• Sebagai pelumasan
• Bersifat pendingin
• Sebagai perapat
• Sebagai pembersih
• Sebagai penyerap tekanan

 Syarat-syarat oli mesin

Oli mesin harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
• Harus mempunyai kekentalan yang tepat
• Kekentalan harus stabil terhadap pengaruh suhu
• Oli mesin harus sesuai dengan penggunaan metal
• Tidak merusak (anti karat) terhadap komponen
• Tidak menimbulkan busa


 Jenis oli mesin

• Klasifikasi kekentalan

Kekentalan menunjukkan kemampuan mengalir dari suatu cairan. Oli cenderung menjadi encer dan mudah mengalir ketika panas dan cenderung menjadi kental dan susah mengalir ketika dingin.
Kekentalan dari oli dinyatakan oleh angka yang disebut indek kekentalan. Indeknya rendah olinya encer, indeknya tinggi olinya kental.
Suatu badan internasional SAE (Society of Automotive Engineer) adalah badan yang menentukan standar kekentalan dari oli. 
  
• Kekentalan indek

- Oli dengan kekentalan indek rendah berarti kekentalannya rendah
- Oli dengan indek kekentalan 10W-30 disebut multi grade, kekentalannya tidak terpengaruh oleh perubahan temperatur / musim dan dapat digunakan sepanjang tahun 
- Indek kekentalan yang diikuti oleh huruf “W” menunjukkan kekentalan pada temperatur –20°C, sedangkan yang tidak menggunakan huruf “W” menyatakan kekentalan pada temperatur 100°C

• Klasifikasi kualitas

Kualitas oli mesin diklasifikasikan sesuai dengan standar API (American Petroleum Institute). Klasifikasi oli mesin untuk mesin bensin ditunjukkan dengan huruf depan “S” (SA, SB, SC, SD, …dst). Klasifikasi oli mesin untuk mesin diesel ditunjukkan dengan huruf depan “C” (CA, CB, CC, CD, …dst). Semakin besar huruf belakang semakin baik kualitas oli tersebut (oli dengan grade CD lebih baik dari oli dengan grade CC).

GEAR OIL (OLI RODA GIGI)

 Syarat-syarat oli roda gigi

Oli roda gigi harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
• Kekentalan yang sesuai
• Mempunyai kemampuan memikul beban
• Tahan terhadap panas dan oksidasi

bensin


Sifat utama dari bensin
 Bensin adalah bahan bakar yang digunakan pada mesin dengan pengapian busi. Sifat-sifat yang dimiliki bensin adalah :
• Mudah menguap pada temperatur normal
• Tidak berwarna, tembus pandang, dan berbau
• Mempunyai titik nyala rendah (-10°C sampai –15°C) 
• Mempunyai berat jenis yang rendah (0,6 – 0,78)
• Dapat melarutkan oli dan karet
• Menghasilkan jumlah panas yang besar (9.500 – 10.500 kcal/kg)
• Sedikit meninggalkan carbon setelah dibakar

Syarat-syarat bensin
 Kualitas berikut ini diperlukan oleh bensin untuk memberikan kerja mesin yang maksimal :
• Mudah terbakar
• Mudah menguap
• Tidak beroksidasi dan bersifat pembersih

Nilai oktan
Nilai oktane (octane number) atau tingkatan dari bahan bakar adalah mengukur bahan bakar bensin terhadap anti-knock characteristic. Bensin dengan nilai oktan tinggi akan tahan terhadap knocking dibanding dengan nilai oktan rendah.. Ada dua cara yang digunakan untuk mengukur nilai oktan : research method dan motor method 
Yang paling umum digunakan adalah research method, dan spesifikasi nilai oktannya dengan metoda ini ditetapkan dengan istilah “RON” (Research Octane Number)
Nilai oktan adalah perbandingan antara Iso octane dengan Normal heptane
BAHAN BAKAR DIESEL 
Sifat utama bahan bakar diesel 
Bahan bakar diesel juga disebut light oil atau solar, adalah suatu campuran yang telah didistilasi setelah bensin dan minyak tanah dari minyak mentah pada temperatur 200°C sampai 340°C.
Solar mempunyai sifat utama sebagai berikut :
• Berwarna sedikit kekuning-kuningan dan berbau
• Encer dan tidak menguap pada temperatur normal
• Mempunyai titik nyala tinggi (40°C – 100°C)
• Terbakar sendiri pada suhu 350°C (bensin pada 500°C)
• Mempunyai berat jenis 0,82 – 0,86
• Menimbulkan panas yang besar (10.500 kcal/kg)
• Mempunyai kandungan sulfur yang lebih besar 
Syarat-syarat solar
Kualitas berikut ini diperlukan oleh solar untuk memberikan kerja mesin yang maksimal :
• Mudah terbakar
• Tetap encer pada suhu dingin (tidak membeku)
• Mempunyai daya pelumasan
• Kekentalan yang sesuai
• Kandungan sulfur sekecil mungkin
• Stabil (tidak berubah dalam kualitas)
Nilai cetane (cetane number)
Nilai cetane (cetane number) atau tingkatan dari bahan bakar solar adalah satu cara untuk mengontrol bahan bakar solar dalam kemampuan untuk mencegah terjadinya knocking. Solar dengan nilai cetane tinggi akan tahan terhadap knocking dibanding dengan nilai cetane rendah. 
Nilai cetane adalah perbandingan antara normal cetane dengan  (alpha) methyl naptalene
PELUMAS